Semua orang di dunia ini JAHAT ! Ketika kau merasa dirimu
benar, tetapi org2 selalu menyalahkanmu. Bahkan SAUDARAmu atau AYAHmu atau
KELUARGAmu yg menyalahkanmu.Orang2 ataukah “aku” yg jahat? Hanya satu yg MASUK
AKAL & BAIK “IBU”, aku menuliskan kata IBU aku menitikkan airmata. Bukannya
aku ingin ada rasabelas kasihan pada siapapun, ini kutulis hanya untuk diriku
sendiri, bisa aku lihat, aku pelajari lagi. Aku ingin berenti diSALAHkan. Aku
tak ingin mengulangi kesalahanku untuk ke dua kali atau ke beberapa kalinya.
Cukuplah sudah! IBU? Beginikah sakit yg pernah kau alami. Bukan secara fisik,
tetapi secara psikis, logika, fikiran, hati. Tak ada yg percaya aku MENANGIS.
Aku sayang kalian semua. Ayah, Ibu, Ari. Tapi aku merasa sepi Bu. Dimana IBU
berada. Siapa yg bisa menenangkan aku kalau aku nangis begini selain IBU? Aku
sudah dewasa bu, tapi aku masih jadi anak kecil. Masih nangis, masih cengeng,
dan masih EGOIS. Aku kuatkan aku memang sanggup tanpamu,Bu. Tapi aku rapuh. Aku
bukan apa2. IBU knp kau bawa semua semangatku bersamamu? Nda ada anak
perempuanmu yg dulu. Sekarang sudah tidak teruruss. Ibu, semua org jahat,
termasuk aku. Tapi Cuma IBU yg baik. AKU KANGEN IBU. Masih ada yg tersisa Ayah,
dan harus juga aku merindukannya, Bu? Ya! Aku harus merindukan Ayah juga. Dia
memang tidak bisa menjadi IBU, tapi dia berusaha menjadi Ayah yg baik. Ibu? Aku
nda pingin jadi penghambat financial di keluarga kita, hanya karna biaya
kuliahku mahal. Aku janji BU. Selepas Farmasi ini, aku pulang. Tolong ridhoi
aku Bu. Sudah terlalu banyak uang yg aku hambur2kan. Terlalu sulit aku disini
skr. Kasian ayah yg sudah susah payah mencari nafkah, dan pas pasan untuk
biayaku kuliah, & aku nda pernah dpt apa2. Klo aja aku nda “Bebal”, Bu.
Mgkn Cuma sekali baca / belajar aku bisa, tapi beda Bu, aku nda mau belajar.
Aku pemalas Bu. Bu? Begini kah sakitnya? Bu, maaf aku menghianati IBU. Ya Bu,
krn aku JAHAT :’)
Bu? Kenapa aku harus berakting supaya orang2 menyukai aku?
Kenapa Bu? Knp aku ngerasa takut sendirian? Ibu, begini kah rasanya di “sendiri”
kan orang. Ga ada yg peduli. Ibu, LAWAS aku begini. Ga mau kehilangan teman,
ayolah Bu, ajarkan aku kesendirian itu. Dimana seseorang sdng sendiri itu ga
merasa “SEPI”. Bu, ajarkan aku “melempar orang dgn kertas” ajarkan aku “kita
mati sendiri, kok” ajarkan aku “jgn dengarkan kata orang, yg sering IBU bilang
Acuh Bebi” ajarkan aku segalanya Bu.
No comments:
Post a Comment